bekerja dengan keberkahan

bekerja dengan keberkahan
masjid AL-BARKAH Kota Bekasi

Selasa, 02 Oktober 2012

Catatan Gelar Karya 2012


Tahun 2009, GKPM pertama kali dilaksanakan (Betul gak?). Kesan pertama : kagum.  Gedung megah, seluruh stan terisi, stan BUMN dan swasta demikian megah, seminar dengan materi yang cool dan pentas musik yang ciamik. Expo setiap kementerian, provinsi dan kota/kabupaten, sangat beragam dan penuh daya pikat. Award untuk pelaku dari berbagai program, diberikan dan diterima dengan penuh haru. Pelaku yang menerima award, di-orangi, difasilitasi akomodasi dan bobo di hotel berkelas. Mantablah, coy.

Kunjungan itu mengingatkan kegiatan Sosialisasi Massal PNPM MP di Kota Padangsidimpuan, 21 dan 22 Februari 2009. Lantas tergerak untuk mengadakan GKPM ala Kota Bekasi. Langkah pertama, memasukkan agenda tersebut dalam RKA BOP Satker TA 2010. Yes, masuk. Tahun 2009 berlalu, bulan silih berganti. Komunikasi dan koordinasi, hasilnya … BAM!!!!!!!!!!. Gelar Karya tidak bisa dilaksanakan. Diganti dengan kegiatan kunjungan ke Kabupaten Sidoarjo.

Menjelang akhir 2010, Gelar Karya tetap diusulkan dalam RKA BOP Satker TA 2011. Kali kedua, yes…masuk lagi. Januari, Februari, Maret lewat. Mei dilakukan koordinasi. Juni ditetapkan, Gelar Karya akan dilaksanakan pada 21 dan 22 Juli 2011. Mengusung tema : Meraih Esok, Gelar Karya berlangsung lancar. Expo dari 12 kecamatan, menampilkan ragam dan kekhasannya. Antusias tiap stan tampak dari sesak dan lubernya display  yang ditampilkan yang melebihi area stan. Enam stan sponsor, menarik pengunjung dengan berbagai keunggulannya. Sementara dua stan diisi peserta dadakan. Aneka lomba berjalan dengan baik. Award untuk BKM dan KSM, diterima dengan penuh bangga.

Gelar Karya kedua, dengan tema Bersama Meraih Esok, dilaksanakan di tempat yang sama, Balai Patriot komplek Kantor Walikota pada 13 – 15 September 2012. Digelar 3 hari, atraksi Bumi Taekwondo Club menjadi daya tarik dalam acara pembukaan. Hari pertama diisi oleh dua kegiatan lomba, yaitu lomba kreativitas dan poster. Sementara di hari ketiga digeber lomba mewarnai, menggambar dan baca puisi. Hari ketiga dilakukan penyerahan hadiah lomba dan doorprize, award dan penutupan.

18 September 2012, dilaksanakan evaluasi. Diungkapkan beberapa catatan plus dan minus mewarnai . Plusnya : acara digelar 3 hari, didirikan 30 stan, hadir PNPM MP Kota Depok dan Kabupaten Bandung Barat, partisipasi sponsor cukup tinggi, ada doorprize, organ tunggal full 3 hari, award untuk BKM, KSM, Lurah dan PJOK, bantuan buku-buku dari rekanan di ILO dan seluruh personil memperoleh 2 set seragam. Sisi berikutnya, jaringan pelaku PNPM MP antar kota/kabupaten dapat terbentuk.

Minusnya : kesalahan dalam cetak undangan untuk acara pembukaan. Tertulis hari Rabu, 13 September 2012, mestinya hari Kamis, 13 September 2012. Minus lainnya dalam pembuatan brosur. Dicetak dua kali, brosur pertama tampil tanpa logo sponsor. Sementara brosur kedua menampilkan logo sponsor, terbuka untuk umum, hadiah lomba dalam bentuk tabungan dan doorprize. Sisi berikutnya, peserta lomba menggambar, baca puisi, poster dan kreativias, total hanya diikuti 17 orang. Anak abu-abu yang diharapkan banyak yang hadir, hanya terwakili oleh 5 murid SMK yang magang di Kapermas. Demikian juga untuk Lomba Poster, hanya diikuti 3 mahasiswa dari Unisma dan STMIK Bani Saleh. Lomba photo yang menjadi primadona di tahun 2011, mengalami penurunan. Hanya 15 kelurahan yang berpartisipasi dengan 30 buah photo, tahun 2011 lebih dari 50 photo.

Gelar Karya kurang membumi. Hal tersebut disebabkan stan kecamatan, didominasi aneka produk KSM. Muatan expo PNPM MP menjadi terpinggirkan. Berkaitan dengan konsumsi, meski telah dibantu oleh Mie Sedap dan Sari Roti, makan berat untuk panitia dan tamu, mengalami kekurangan di hari pertama dan kedua. Dua dari 10 stan yang dipasang di tengah, jatuh tersenggol pengunjung. Bahkan stan kedua yang jatuh di hari kedua, menimpa anak-anak TK dan mencederai kepala seorang murid. Minus terakhir, kami tidak siap dengan musibah mati lampu. Acara penutupan dilakukan dalam suasana temaram.

Catatan 2012, telah kami ungkap. Pasti kental pembelajarannya. Tekad kami bulat, tahun depan harus lebih baik.


Eyang Uti


Eyang Uti, begitu ia dijuluki. Nama lengkap perempuan kelahiran Sanggau (Kalimantan Barat) 15 Maret 1957 dan ibu dari empat putri dan satu putra ini adalah Hj. Pujiati Wartini. Suaminya adalah Koordinator BKM Jatiluhur Barokah H. Syaiful Anwar yang dikenal sebagai pekerja sosial yang ulet dan tegas. Sikap kepemimpinan yang ditunjukkan sang suami, antara lain, berkat dukungan Eyang Uti terhadapnya, baik dari segi kegiatan ekonomi keluarga maupun secara organisasi.

Ketika sang suami memimpin Karang Taruna di Kelurahan Cakung Timur, Jakarta Timur di tahun 1984, Eyang Uti aktif mendukung sang suami. Perempuan yang hobi menjahit, membaca dan memasak ini dipanggil “Mami” oleh semua anggota karang taruna waktu itu. Mungkin karena Eyang Uti selalu membantu menyediakan kebutuhan anggota karang taruna, mulai dari keperluan organisasi sampai kebutuhan makanan dan minuman.

Jenis kegiatan yang pernah diikuti Eyang Uti, di antaranya, sebagai Penasihat Karang Taruna Cakung Timur, Jakarta Timur (tahun 1984-1987), Pimpinan Kolektif BKM Jatiluhur Barokah (tahun 2010-2012) dan Kader Posyandu. Sebagai bagian dari pemegang amanah, Eyang Uti dipercaya untuk mengelola keuangan. Sebutan “manusia langka” sering diibaratkan kepada mereka-mereka yang mempunyai sisi kerelawanan. Artinya mereka tidak mencari sesuatupun secara materi di lingkungan organisasi yang dijalaninya, namun lebih kepada mencari kepuasan batin serta bekerja secara ikhlas dengan niat lillahi ta’ala (hanya karena Allah—Red.).

“Kapan lagi berbuat banyak untuk masyarakat miskin kalau tidak dimulai dari sekarang?” begitu kata Eyang Uti. Hampir sebagian besar waktunya dihabiskan untuk kegiatan BKM dan membantu kepentingan masyarakat. Waktu, tenaga dan pikiran yang dicurahkan Eyang Uti ternyata mampu mengharumkan nama BKM. Sebut saja, berkat pengabdiannya, BKM Jatiluhur Barokah berhasil melaksanakan Pelatihan Channeling pada 10-12 April 2012 yang diikuti 56 BKM se-Kota Bekasi.

Selanjutnya, pada 16 Juni 2012, Kelurahan Jatiluhur menjadi kelurahan pertama di Kota Bekasi yang dikunjungi Wakil Gubernur Jawa Barat Dede M. Yusuf Effendi (selaku Ketua TKPK Jawa Barat) dalam rangka launching PNPM Mandiri Perkotaan tahun 2012. Di balik suksesnya acara tersebut, peran Eyang Uti bersama warga di RT 2 RW 4, tidak bisa dipandang sebelah mata.

Eyang Uti, figur bersahaja dengan tutur bahasa halus, pandai menempatkan diri dan memiliki selera humor yang cukup tinggi. Celoteh dan kemanjaan yang mengalir apa adanya mampu membangun suasana kondusif ketika timbul ketegangan di tengah konflik internal dan eksternal BKM, atau ketika terjadi kejenuhan saat menunaikan tugas sebagai relawan.

Mudah-mudahan semakin banyak perempuan lainnya yang mengikuti jejak Eyang Uti. Perempuan yang bisa mewarnai dinamika PNPM Mandiri Perkotaan manakala sang suami berperan sebagai Koordinator BKM. Perempuan yang menjadi sosok penting untuk kesuksesan suaminya dalam berkarya dan mengabdi untuk masyarakat.

Eyang Uti, adalah perwujudan nyata dari istilah “Behind every man’s success is a woman”. 

Penutupan Gelar Karya 2012


Acara penutupan Gelar Karya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan Kota Bekasi tahun 2012 diwarnai dengan penyerahan piala penghargaan dan hadiah yang berlangsung di Gedung Balai Patriot, pada Sabtu, 15 September 2012. Penyerahan piala dan hadiah ini dilakukan secara simbolis oleh Kepala Kapermas Kota Bekasi Drs. Husni Tarigan, MM, Ketua Forum Komunikasi Aktifis Peduli Kota Bekasi (F-KAPSI) Sunandar, Koordinator PNPM MP Maryana Ahmad, Lurah Kayuringin Jaya Herawan, SE dan Koordinator BKM Jaya Makmur, Kelurahan Bekasi Jaya Edi Sutrisno. 

Kepala Kapermas Kota Bekasi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas penyelenggaraan kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sukses meskipun tadi ada sedikit gangguan teknis. “Semoga acara ini bisa terlaksana secara rutin setiap tahun dan semakin terjalinnya sinergi antara para pelaku PNPM Mandiri Perkotaan dengan pemerintah daerah,” harapnya. Berikut, inilah juara lomba dan PNPM Mandiri Perkotaan award Kota Bekasi 2012 :



Lomba Menggambar Juara I diraih Vania Archadiva dari SDN Pekayon VI, disusul Arestia dari SDN Kayuringin XVI sebagai Juara II dan Juara III dimenangkan Adilah Danisa dari SDN Duren Jaya. Lomba Mewarnai Juara I dimenangkan Regina dari TK Arrahman Pekayon, kemudian Juara II diraih Audrey dari TK Harapan dan Kayla Raya Sonia dari TK Arrahman Pekayon tampil sebagai Juara III. Sedangkan Juara Harapan I diraih Khyla Salwa dari TK Al-Jabar Duren Jaya, Juara Harapan II dimenangkan Keizya dari TK Al-Jabar Duren Jaya, lalu disusul Wulan Reguina dari TK Marga Jaya sebagai Juara Harapan III.

Lomba Membaca Puisi, Juara I diraih Siti Aulia dari SMPN 1 Kota Bekasi, Annisa Mutmainah dari SMPN 1 Kota Bekasi tampil sebagai Juara II dan Juara III dimenangkan Titania dari SMPN 35 Kota Bekasi. Lomba Kreativitas, Suprihatin dari Kelurahan Kayuringin Jaya menduduki peringkat teratas, disusul Sri dari Kelurahan Jati Bening sebagai Juara II dan Juara III diraih Ibu Rohmah dari Kelurahan Jati Bening.

PNPM Mandiri Perkotaan Award
Lurah Terbaik adalah Makhfud Saifudin, kelurahan Bojong Rawa Lumbu. Selanjutnya Herawan, kelurahan Kayuringin Jaya dan Eko kelurahan Jatiluhur. Sementara untuk PJOK terbaik diraih H. Abdul Kadir Jaelani, kecamatan Jati Asih. BKM terbaik diraih kelurahan Perwira, Jatimakmur dan Durenjaya. Lomba Foto PNPM, Juara I diraih BKM Perwira, Juara II dimenangkan BKM Jati Karya dan BKM Jati Luhur tampil sebagai Juara III. KSM Terbaik ada 3 kategori, bidang infrastruktur diraih KSM Bulak Indak dari Kelurahan Perwira, bidang ekonomi dimenangkan KSM Melati 4E dari Kelurahan Jati Cempaka dan bidang sosial diraih KSM PSM dari Kelurahan Sepanjang Jaya. Sementara Penghargaan khusus diraih KSM Sejahtera Bersama dari Kelurahan Jati Bening.

Salah satu pemenang lomba kreativitas, Suprihatin mengatakan sikap optimisnya terhadap program PNMP akan berhasil bila para pelaku memiliki komitmen yang kuat. Dengan adanya PNPM, masyarakat dapat berpartisipasi secara langsung membangun desanya sesuai dengan kebutuhan. “Saya berharap, para pelaku PNPM bisa bekerja dengan baik untuk mewujudkan pembangunan partisipatif agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya. (HK).

Pembukaan Gelar Karya 2012


Gelar Karya PNPM Mandiri Perkotaan Kota Bekasi merupakan pelaksanaan kedua kalinya. Gelar Karya yang dilaksanakan di Balai Patriot, Kompleks Kantor Walikota, pada 13-15 September 2012 ini terbuka untuk umum.

Gelar Karya ini dibuka secara resmi oleh Asisten Pembangunan dan Kemasyarakatan (Asda 2) Setda Kota Bekasi Nandi Surjakandi, pada Kamis, 13 September 2012. Menurutnya, pelaksanaan penanggulangan kemiskinan diperlukan peningkatan kapasitas, pengembangan gagasan, motivasi yang kuat, semangat yang tinggi, inspirasi yang tiada henti dan aksi yang memiliki dampak perubahan kepada masyarakat.

“Penanggulangan ini harus dilakukan melalui tiga pilar pembangunan, yakni pemerintah, masyarakat dan swasta dengan memiliki kebersamaan dan menjalin hubungan yang baik sebagai mitra kerja,” jelasnya. Ia juga mengatakan, PNPM harus memberikan dampak terhadap perubahan kemiskinan dan mempunyai keyakinan yang kuat untuk terus berbakti dan memberikan karya nyata dalam pembangunan di wilayah masing-masing.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kota Bekasi sebagai ketua panitia Husni Tarigan mengatakan, gelar karya ini mempunyai andil besar dalam memberdayakan masyarakat dengan mensosialisasikan seluruh proses dan hasil karyanya. “Berbagai bentuk pameran, aneka lomba, pemutaran film bertema Pemberdayaan Masyarakat dan hiburan untuk anak-anak, bazaar dan PNPM Mandiri Perkotaan Award turut memeriahkan gelar karya tahun ini,” jelasnya.

Pembukaan gelar karya tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan Bumi Taekwondo Club yang ditampilkan oleh anak-anak. 
Gelar Karya menampilkan capaian kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan oleh masyarakat, produk KSM binaan, stan sponsor dan aneka lomba. Tampil pula stan Koperasi Swadaya Kota Bekasi dengan produk khas berlogo PNPM Mandiri Perkotaan. Turut hadir dalam acara, Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Yusuf Nasih, para kepala SKPD, camat, lurah, PJOK Kecamatan se-Kota Bekasi, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Bekasi serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan Gelar Karya dimeriahkan sekira 30 stan, yang terdiri dari 12 stan kecamatan, 4 stan PNPM MP, 2 stan kapermas, 3 stan KSM binaan BKM, 2 stan perguruan tinggi dan 7 stan sponsor.Hadir pula Tim PNPM Mandiri Perkotaan Kota Depok dan Tim PNPM Mandiri Perkotaan Kabupaten Bandung Barat. Hadirnya kedua Tim PNPM Mandiri Perkotaan tersebut, diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan di luar Kota Bekasi dan selanjutnya akan terbentuk jaringan/forum pelaku PNPM Mandiri Perkotaan antarkota/kabupaten. Stan KSM binaan BKM menampilkan KSM Anggrek dari Kelurahan Jatisari dan KSM An-Nur dari Kelurahan Jatiluhur dengan produk aneka kue serta KSM Bougenvil dari Kelurahan Durenjaya dengan usaha batiknya.

Khusus stan PNPM Mandiri Perkotaan Kota Bekasi, dibuka penerimaan lamaran kerja untuk menjadi fasilitator PNPM Mandiri Perkotaan di 26 kota/kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Lamaran dibuka untuk lulusan minimal D3 dari berbagai jurusan dengan usia maksimal 35 tahun. Lamaran paling lambat diserahkan pada hari ketiga pelaksanaan Gelar Karya. Di stan PNPM Mandiri Perkotaan Kota Bekasi juga akan diinformasikan terkait adanya kesempatan magang bagi lulusan S2/S3 untuk melakukan pengabdian melalui kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan dengan penempatan di seluruh Indonesia. 

Terkait kegiatan aneka lomba, pada hari pertama dilaksanakan lomba kreativitas dan poster. Hari kedua lomba mewarnai, menggambar dan baca puisi. Sementara hari ketiga dilaksanakan lomba Mars PNPM, penyerahan hadiah lomba dan penyerahan award bagi pelaku PNPM Mandiri Perkotaan Kota Bekasi.

Untuk memeriahkan kegiatan Gelar Karya, panitia juga menyediakan doorprize berupa handphone, dispenser, ransel, tas, dan lain-lain. Setiap pengunjung diharapkan menuliskan pesan/kesan terhadap kegiatan Gelar Karya II. Selanjutnya lembar pengisian pesan/kesan tersebut dimasukkan ke kotak undian. Doorprize dibuka pada hari ketiga menjelang penutupan.  Dalam lomba mewarnai, menggambar dan baca puisi, panitia akan menyediakan hadiah berupa tabungan untuk Juara I. Pendaftaran ketiga lomba tersebut ditutup pada pukul 12.00 WIB di hari pertama kegiatan Gelar Karya.

Salah satu stan yang ikut dalam gelar karya ini adalah BKM Kecamatan Medan Satria, yang mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan peluang untuk memasarkan dan mempromosikan produk-produk yang dihasilkan binaan BKM seperti tas, gesper dan aneka ragam kerajinan yang terbuat dari kayu. “Kami berharap pengunjung tertarik untuk membeli produk-produk yang kami sajikan ini,” ujarnya pengurus BKM.

Dengan datang mengunjungi Gelar Karya PNPM Mandiri Perkotaan Kota Bekasi maka Anda akan mengetahui tentang PNPM Mandiri Perkotaan. Anda berkunjung, maka Anda akan mengetahui kepeduliaan dan pengabdian seperti apa yang telah dilakukan masyarakat Kota Bekasi dalam rangka pembangunan melalui PNPM Mandiri Perkotaan. Anda memahami, mari bergerak bersama meraih esok untuk bekasi yang cerdas, sehat dan ikhsan.