bekerja dengan keberkahan

bekerja dengan keberkahan
masjid AL-BARKAH Kota Bekasi

Selasa, 10 Juli 2012

Sabtu Sore Bersama ILO di Duren Jaya


Sabtu sore, tanggal 10 Desember 2011, sekitar pukul 15.30 WIB, LKM Duren Jaya kedatangan tamu istimewa dari International Labour Organization (ILO). Cukup membuat surprise dan tentu terselip kebanggaan. Bukan saja bagi LKM dan Tim 01, tapi juga bagi masyarakat Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.
Tim ILO terdiri dari Manchin Hirsch, Celine Felix (asal Prancis), Sebastiano Snider (asal Italia) dan Abdul Hakim (Indonesia). Di buku tamu tertulis “service civique gouv so wil pituti jboss adrisng gop”, yang artinya kira-kira “kunjungan pelayanan sipil untuk meningkatkan pelayanan, serta mempengaruhi pemerintah dalam membuat kebijakan”.
Tim disambut dengan keramah-tamahan khas Indonesia, yaitu senyum dan wajah sumringah. Ditambah aneka buah dan jajan pasar yang siap dicicipi, terhidang di atas meja. Tetamu dipersilakan duduk di kursi yang sudah disiapkan di Aula Kelurahan Duren Jaya.
Pose bersama di depan aula kelurahanLKM Duren Jaya dalam temu dengan Tim ILO
Sejenak melepas lelah, tanpa formalitas, meluncurlah ucapan selamat datang dari Koordinator LKM Duren Jaya Sumardiyono. Perkenalan terjalin penuh keakraban antara kedua belah pihak. Dilanjutkan dengan pemaparan profil LKM lewat tayangan infocus.
Banyak hal yang dipaparkan serta tanya yang disampaikan, meliputi kegiatan LKM dalam melaksanakan PNPM, pelayanan apa saja yang diberikan kepada masyarakat, apa yang menjadi indikator dalam menentukan masyarakat  miskin, bagaimana mengatasi kendala kemacetan ekonomi bergulir, kendala dan kiat apa yang dilakukan LKM dalam mengatasi permasalahan yang sering timbul, ketidaktepatan sasaran penerima manfaat, serta harapan LKM ke depan.
Manchin Hirsch sempat menanyakan, jika ingin melakukan perubahan apa yang akan diubah. Ia juga menyatakan kepuasan pribadi dan tim atas kunjungannya ke Duren Jaya.
Selanjutnya adalah penyerahan cinderamata dari ILO berupa buku-buku tentang proteksi tenaga kerja anak-anak, bacaan untuk mengajari anak-anak tentang pendidikan, apa yang harus dilakukan serta ajakan kembali bersekolah.
Tim ILO akrab dengan anak-anak RW 6Tim ILO didampingi ketua PAKEM Griya Firdaus, meninjau
rehab Rutilahu
Di akhir kunjungan, LKM Duren Jaya mengajak Tim ILO untuk melihat dokumentasi foto kegiatan LKM, KSM dan Tim 01 serta foto bersama. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke RW 06 untuk melihat hasil PNPM maupun PAKET, seperti pembuatan jalan, saluran dan renovasi rutilahu.
Yang sangat menggelitik memang, ketika tiba di RW 06, kemanapun rombongan berjalan, warga mengikuti mereka dengan antusias dan penuh tanya. Terutama anak-anak, yang tertawa lepas dan berteriak kegirangan ketika diambil fotonya oleh Celine Felix.
Sabtu sore di Duren Jaya, menyisakan harapan lain, akankah ada kelanjutannya bagi program pemberdayaan masyarakat umumnya, serta masyarakat  Duren Jaya khususnya. Semoga. (OC 4 Jabar)

The Ojekers


Setiap orang mempunyai keinginan untuk dapat memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Meski 1001 macam cara orang mencarinya, perjalanan hidup tidak semuanya mulus sesuai keinginan dan harapan. Bukan karena nasib semata, karena semua orang dapat mengubah hidupnya untuk menjadi lebih baik. Perubahan bisa terjadi jika dilakukan dengan bekerja keras, sungguh-sungguh dan ulet.
Pekerjaan jasa sebagai pengojek—atau kerennya, Ojekers—bukan merupakan perwujudan dari sebuah cita-cita, melainkan sebuah tanggung jawab demi memenuhi kebutuhan dan melanjutkan hidup. Manakala tidak mempunyai keahlian dan keterampilan, pilihan terakhir yang dilakukan, antara lain, menjadi Ojekers.   
Sosialisasi pinjaman bergulir pada para Ojekers
Ojekers dapat membawa hasil dari usahanya setelah seharian menjelajah kota dan mengantarkan penumpang ke tempat tujuannya. Terik dan hujan, tingkat kemacetan dan polusi udara menjadi teman dalam tancapan gas dan tarikan rem. Banyaknya angkutan umum yang masuk ke kompleks perumahan dan persaingan antarpenggeliat roda dua itu sendiri menyebabkan  pendapatan Ojekers semakin berkurang. Hampir di seluruh perempatan atau pintu masuk ke sebuah kompleks, dipastikan ada Ojekers.
Bermodalkan sepeda motor saja tidak cukup bagi para Ojekers. Tertib lalu lintas harus diterapkan oleh semua orang. Kendaraan yang layak, penggunaan helm dan perlengkapan lainnya, surat-surat kendaraan serta identitas pribadi dan Surat Ijin Mengemudi (SIM) pun menjadi hal yang sangat penting dalam penerapan tertib lalu lintas.
Ojekers yang tergabung di Pangkalan Pohon Ceri dan Pangkalan Pos RW IV Kelurahan Pekayon Jaya, menjadi KSM Ojek I dan II, yang mendapatkan pinjaman bergulir dari UPK BKM Amaliah Jaya. Pada 10 Maret 2011, sejumlah 20 Ojekers mendapat pinjaman sebesar Rp400.000 per orang untuk masa pinjaman selama tiga bulan.
Dana tersebut dialokasikan untuk pembuatan SIM C dan perawatan motor. Selanjutnya pada awal Oktober 2011, digulirkan kepada 20 Ojekers, KSM Ojek III dan IV, yang tergabung di Pangkalan Blok CC RW 18 dan Darussalam RW 10 Kelurahan Pekayon Jaya.
Penandatangan akad dan serah terima pinjamanKoordinator BKM H. Misin (kiri), bersama para
Ojekers Pangkalan Pos
Salah satu penerima manfaat dari Ojekers yang mendapatkan pinjaman, Saiful (25 tahun), warga RT 13 RW 4 mengatakan, kegiatan yang baru dipelopori oleh UPK BKM Amaliah Jaya tersebut sangat membantu kelancaran usahanya. Dia pun semakin giat mencari rezeki.
“Kemaren-maren kalau saya dapet sewa jauh, rada-rada takut bawa penumpang karena saya tidak mempunyai SIM C. Setelah ada kegiatan ini, saya tidak sungkan narik sewaan hingga sampai ke timur Ibukota,” ujarnya.
Lancarnya Ojekers dalam dalam pemenuhan kewajibannya pada UPK BKM Amaliah Jaya menjadi harapan bagi Ojekers lainnya. Terdapat sekitar 60 Ojekers di 5 pangkalan yang telah masuk dalam daftar tunggu. (OC 4 Jabar)

Bersama Melayani Masyarakat


Keberadaan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Candrabaga di Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi mempunyai peranan penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan melalui kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan.
Sebagai perwujudan dari lembaga masyarakat yang dibangun oleh, dari, dan untuk masyarakat, BKM Candrabaga berupaya semaksimal mungkin untuk memfasilitasi dan melayani masyarakat miskin.
Pemanfaatan bantuan langsung masyarakat (BLM) untuk kegiatan tridaya oleh kelompok swadaya masyarakat (KSM) selain kegiatan infrastruktur, BKM Candrabaga juga melakukan inisiasi kegiatan sosial berkelanjutan. Upaya tersebut diawali dengan pembangunan Posbindu di RT 03/14.
Pembangunan Posbindu dilaksanakan pada tahun 2009 oleh KSM Cerah, dengan total pembiayaan Rp 52.670.000, terdiri atas Rp21,6 juta bersumber dari BLM dan realisasi swadaya masyarakat sebesar Rp31.070.000.
Bekerja sama dengan Puskesmas Kranji, selanjutnya UPS BKM Candrabaga melaksanakan kegiatan pengobatan gratis bagi para lansia. Kegiatan pengobatan gratis ini dilaksanakan dengan melibatkan PKK sebagai relawan yang aktif. Didampingi pula oleh Dr. Sari dari Puskesmas Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat.
Program ini sudah berjalan sejak Februari 2010 dan dilaksanakan secara rutin pada minggu ketiga setiap bulannya. Program pengobatan gratis meliputi pemeriksaan kesehatan, pemberian obat, tes gula darah, pemeriksaan tekanan darah dan pemberian makanan tambahan.
Keberadaan Posbindu di Kelurahan Kranji semakin berkembang. Kini Posbindu telah dilengkapi dengan alat-alat kesehatan, antara lain tensi, timbangan, terapi kesehatan, cek gula darah, kolestrol dan termometer.
Selain digunakan untuk kegiatan pengobatan gratis, Posbindu ini juga digunakan untuk kegiatan pengajian dan pertemuan BKM/KSM. (OC 4 Jabar)

Rabu, 20 Juni 2012

Akses KUR nan berliku


Kegiatan channeling khususnya akses KUR di Kota Bekasi, bagai tumbuhnya jamur di musim hujan. BKM bersemangat untuk menjalin kerjasama dengan perbankan. Tentu saja semangat ini tidak timbul dengan sendirinya.
Bagi BKM, kegiatan channeling merupakan solusi untuk KSM ekonomi bergulir yang ingin meminjam lebih dari Rp2 juta dan melayani KSM ekonomi bergulir yang belum terfasilitasi serta memberikan akses tambahan modal kepada masyarakat "non bankable". Channeling juga menjadi satu terobosan, bagi UPK BKM yang  sudah tidak  melaksanakan perguliran alias macet total.
Diawali pada April 2009 ketika Kota Bekasi menjadi Pilot Project kegiatan channeling dengan lembaga keuangan mikro. Dengan iniasi Bank Dunia, BKM diajak untuk bermitra dengan KSP Swamitra binaan Bank Bukopin. Memorandum of Understanding (MOU) atau nota kesepahaman terjalin antara BKM Kelurahan Jatiwaringin dan BKM Kelurahan Pekayon Jaya.
Pose bersama selepas penandatanganan MOU, pada 17 Maret 2011
Perjalanan channeling ini tidak mulus,sempat pasif beberapa bulan karena pihak BKM dan swamitra masih berbeda pandangan tentang kriteria dan syarat-syarat pemberian pinjaman. Pendekatan terus dilakukan agar kegiatan channeling dapat terealisasi. Hingga masa berlaku MOU habis,channeling tersebut hanya mampu memfasilitasi enam orang anggota KSM dengan total pinjaman Rp48 juta.  
Tidak berkembangnya channeling dengan KSP Swamitra tidak lantas upaya dalam melakukan channeling terhenti. Pembelajaran ber-channelingbersama perbankan lantas ditempuh dengan melaksanakan sosialisasi kredit mikro di tingkat kelurahan.
Sosialisasi dilaksanakan di empat kelurahan, yaitu Jatiwaringin (pada 9 April 2010), Pekayonjaya (pada 20 Mei 2010), Durenjaya (pada 30 Juni 2010) dan Kayuringin Jaya (pada 8 Maret 2011).
Sosialisasi dilakukan dengan mengundang beberapa perbankan dan lembaga keuangan mikro, yaitu KSP Swamitra, BRI, BNI, BSM dan Bank Jabar Banten. Kegiatan sosialisasi tidak hanya berkaitan dengan program KUR, tapi berkembang pada produk lainnya (kredit komersial, deposito, dan lain-lain) dan adanya testimoni dari nasabah yang telah berhasil.
Hikmah dari kegiatan ini adalah masyarakat miskin mendapat informasi secara langsung dari perbankan dan lembaga keuangan. Mereka dapat secara cerdas membandingkan serta memilih perbankan atau lembaga keuangan mana yang paling memberikan kemudahan (syarat), keringanan (bunga, biaya administrasi – provisi), dan besaran pagu pinjaman yang akan diajukan.
Akses KUR oleh BKM, terutama di BRI, mengalami peningkatan yang cukup pesat pasca penandatanganan MOU antara BRI Cabang Kota Bekasi dengan FBKM Kota pada 17 Maret 2011. Sebelumnya, akses KUR dilakukan oleh 5 kelurahan. Saat ini , akses KUR telah dilakukan oleh 14 kelurahan. Nasabah yang telah terfasilitasi berjumlah 207 orang, terdiri dari 108 laki-laki dan 99 perempuan, total pinjaman sejumlah Rp1.266.000.000.  
Di balik keberhasilan yang telah dicapai BKM dalam fasilitasi warganya untuk melakukan akses KUR, masih terdapat beberapa kendala dan atau permasalahan.
Beberapa kendala dimaksud, antara lain: BKM semata sebagai perlintasan, hanya pemberi rekomendasi.  Setelah nasabah terfasilitasi, inventarisasi data dari perbankan tidak berjalan lancar, komunikasi dan koordinasi pun masih lemah, selain itu, sama sekali tidak ada imbal jasa pada BKM. BOP BKM malah tergerus untuk kegiatan survai, penagihan dan pengurusan hal lainnya.  
Kendala lain, dalam bank yang sama, terjadi penerapan kebijakan yang berbeda dalam penerapan jaminan. Sementara satu bank tetap bertahan dengan pagu pinjaman minimal Rp50 juta, jumlah pinjaman yang dapat diakses oleh masyarakat apabila usahanya telah bernilai 10 kali lipat.    
Memang berliku upaya yang harus ditempuh oleh BKM dan masyarakat untuk melakukan akses KUR. Apalagi jika pinjaman yang diajukan jumlahnya kecil (kelas retail), rumah masih sewa/kontrak, tanah belum bersertifikat atau masih AJB dan persoalan lainnya. Namun, semoga tetap ada jalan. Insya Allah. (OC 4 Jabar)


Selasa, 18 Oktober 2011

Bukan Supaya Kesohor

Menyikapi keberadaan anak yatim piatu dan dhuafa di wilayahnya, LKM Sejahtera Kelurahan Jatibening Baru kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi, menggagas sebuah kegiatan. LKM mencoba untuk turut menyejahterakan mereka. Di bawah kendali UPS, LKM membentuk sebuah wadah, yaitu Wadah Yatim Piatu dan Dhuafa.


Wadah tersebut dibentuk melalui beberapa tahapan dan hingga saat ini terus dilakukan penyempurnaan. Langkah pertama yang dilakukan LKM adalah menyusun kepengurusan, merumuskan program kerja, visi-misi, mekanisme pengumpulan dana dan pelaporannya serta merancang website. Langkah berikutnya, melakukan pendekatan pada perorangan dan lembaga yang ada untuk menjadi mitra. Pada tahap tersebut, diperoleh 20 orang donatur tetap. Selanjutnya dilakukan pendataan anak yatim piatu dan dhuafa. Berdasarkan pendataan yang dilakukan UPS, di kelurahan Jatibening Baru yang terbagi dalam 11 RW dan 75 RT, terdapat 78 anak yatim piatu dan 25 dhuafa.


Pada 12 Mei 2011, untuk pertama kalinya, LKM melakukan pemberian santunan pada 20 orang anak yatim piatu dan dhuafa dari RW 3 dan RW 11. Setiap orang mendapatkan dana sejumlah Rp. 50.000 dan sembako. Kegiatan serupa dilakukan pada 25 Juni 2011, 20 orang (RW 4 dan RW 9) dan 30 Juli 2011, 15 orang (RW 2 dan RW 9).


Memeriahkan Ramadhan 1432 H, kegiatan pemberian santunan ke-4, dilakukan pada 19 Agustus 2011. Bertempat di aula kelurahan, ditampilkan hiburan musik gambus dari Tim Marawis RW 3, kultum oleh Ustad H. Wahyudin Majid, S.Ag. dan sekaligus buka bersama. Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan dari LKM sekecamatan Pondok Gede, Lurah, Ketua PKK, Kepala Babinsa dan tokoh masyarakat setempat.


Dalam laporannya, Sayadi, SE, koordinator LKM Sejahtera, menyampaikan bahwa pemberian santunan ke-4 dilakukan berkat kerja sama antara LKM, pihak kelurahan, PKK dan warga. Melalui donatur tetap dan swadaya masyarakat, dalam waktu 1 minggu terkumpul dana Rp. 7.500.000. Santunan diberikan pada 55 anak yatim piatu dan dhuafa dari RW 2,3,4,9 dan 11.


Lurah Jatibening Baru, Kusnaedi, SE, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kegiatan positifi yang telah dilakukan LKM. Diiringi niat ikhlas, beliau berkeyakinan bahwa kegiatan tersebut akan dicatat sebagai amal baik. Selanjutnya beliau berharap, kegiatan tersebut akan terus berlanjut dan dapat menjadi contoh bagi pihak lainnya. Beliau berpandangan, kegiatan tersebut akan menjadi mudah jika dilakukan secara bersama-sama dan hasilnya akan optimal jika dilakukan dengan managemen yang baik.


LKM Sejahtera telah mencoba untuk tampil di depan. Bukan untuk dikenal apalagi kesohor. Semata untuk berbagi. Hal tersebut segaris dengan kultum yang disampaikan oleh H. Ustad Wahyudi Majid, S.Ag. Shaum dapat menjadi media menuju insan bertaqwa. Menjadi manusia yang memiliki sikap, hati dan jiwa yang penuh dengan tawadhu. Manusia yang rendah hati.


Kontak :

Sayadi, SE, koordinator LKM Sejahtera (021-91897148).

Ibnu Mas’ud, UPS LKM Sejahtera (021-95557776).


http://www.p2kp.org/wartadetil.asp?mid=3969&catid=3&

Kamis, 08 September 2011

Kisah di Balik Gelar Karya PNPM MP Kota Bekasi

Meski baru pertama kali melaksanakan Gelar Karya PNPM Mandiri Perkotaan, pada 21-22 Juli 2011 lalu, Kota Bekasi berupaya untuk menampilkan beragam acara dan kegiatan. Ada yang terlaksana dengan segala daya dikerahkan, dan ada yang tidak terlaksana akibat segala keterbatasan, yang menyebabkan kegiatan tersebut dibatalkan.

Pembuatan stan beserta media lainnya, boleh dibilang mirip dongeng Sangkuriang. Stan dalam bentuk rangka kayu dikebut seharian oleh si pemborong yang berasal dari Kelurahan Jatiasih. Stan terpasang tuntas pada pukul 01.30 WIB.

Dekor dan Media Gelar Karya, berupa backdrop, baliho, umbul-umbul, spanduk, brosur dan stiker, dibuat serta dipasang dalam tempo sesingkat-singkatnya. Umbul-umbul dan spanduk dipasang pada 18 Juli 2011. Sementara baliho nyicil dipasang pada 19 dan 20 Juli 2011.

Demikian pula penyiapan display untuk ekspo di 24 stan. Seluruh item dan pernak-perniknya terbentuk secara perlahan, dan semakin terurai jelas menjelang detik-detik pelaksanaan.

Dalam pelaksanaan penyerahan santunan untuk anak yatim, dananya terkumpul pada H-3. Anak yatim sebagai calon penerimanya, baru didata pada H-1. Pada hari pertama acara Gelar Karya, dari 12 amplop yang disediakan, baru dapat diserahterimakan kepada 7 anak yatim. Pada hari kedua, diserahkan 3 amplop, dan sisanya, diserahkan setelah pembubaran panitia, yaitu pada 26 Juli 2011.

Optimalisasi juga dilakukan dalam kegiatan aneka lomba. Minimnya pendaftaran peserta memicu panitia tetap membuka pendaftaran peserta untuk lomba mewarnai, lomba menggambar dan lomba baca puisi di hari pertama acara Gelar Karya.

Dalam lomba foto, hampir seluruh peserta sangat lambat mengirimkan karyanya. Bahkan ada 12 karya foto yang diterima panitia setelah acara pembukaan. Beruntung juri lomba foto mau memahami kondisi yang ada. Aneka tema, rupa, ukuran, media dan caption dalam foto, tidak menjadi halangan bagi juri untuk melakukan penilaian secara profesional terhadap 65 karya foto.

Kesigapan panitia juga benar-benar diuji dalam acara pembukaan dan penutupan. Sebelumnya panitia menerima informasi dari bagian protokoler bahwa Plt Walikota Bekasi DR. H. Rahmat Effendi, S.Sos. M.Si tidak dapat hadir dalam acara pembukaan Gelar Karya. Karena, pada hari yang sama, dan dalam waktu yang hampir bersamaan, Plt Walikota telah memiliki agenda lain di tempat lain. Di luar dugaan, Plt Walikota Bekasi ternyata bisa hadir dan membuka acara secara resmi.

Selanjutnya dalam acara penutupan, Kepala Satker, Drs Husni Tarigan, MM, melakukan penyerahan hadiah dan piala serta melakukan penutupan acara Gelar Karya dalam waktu yang singkat. Seperti terburu-buru. Diperoleh sedikit informasi, beliau harus segera bergerak menuju Stasiun TVRI Jakarta untuk sebuah acara dialog.

Dalam riuhnya pemanfaatan BLM proyeksi Juni dan pemberkasan BLM proyeksi Juli, Gelar Karya dapat dilaksanakan dengan segala potensi yang ada. Kekurangan ada di sana-sini dan di bagian mana-mana. Beberapa kegiatan terpaksa dibatalkan, yaitu lomba Mars dan Jingle PNPM, lomba fashion PNPM, talkshow serta mendatangkan hiburan marching band dari sebuah TK, dan musik padang pasir dari sebuah grup lokal.

Akhirnya, nafas tersusun kembali dalam irama yang teratur. Pembelajaran berharga telah didapat.

Terima kasih atas kerja keras semua personel PNPM Mandiri Perkotaan Kota Bekasi, Kapermas dan atas dukungan semua pihak. Sampai jumpa kembali dalam Gelar Karya ala Kota Bekasi tahun depan.



Rabu, 10 Agustus 2011

KOTA BEKASI SELENGGARAKAN GELAR KARYA PNPM MP

PNPM MP Kota Bekasi pada 21 – 22 Juli 2011, melaksanakan acara Gelar Karya untuk pertama kalinya. Bertempat di Balai Patriot, Gelar Karya dilaksanakan sebagai bentuk sosialisasi massal di tingkat kota. Acara Gelar Karya diikuti oleh seluruh kelurahan yang tergabung dalam stan masing-masing kecamatan. Selain itu, turut hadir pula stan Korkot, Kapermas, STMIK Bani Saleh, Unisma, BNI, RS Jatimulya, Sari Sedap dan KSM binaan BKM. Selain menampilkan program, progres dan kegiatan, ditampilkan pula produk unggulan KSM/kelompok binaan dari setiap wilayah.

Gelar Karya PNPM MP, dibuka secara resmi oleh Plt Walikota Bekasi, H. Rahmat Effendi. Dalam acara pembukaan tersebut, Plt Walikota juga berkesempatan menyerahkan sertifikat penghargaan pada BKM dan KSM Berprestasi. BKM penerima penghargaan, yaitu kelurahan Perwira, Pekayonjaya, Jaticempaka, Jatisari, Jatimakmur dan Harapanjaya. Sementara untuk KSM Berprestasi, penghargaan diberikan pada KSM Wargajaya kelurahan Sepanjangjaya Kecamatan Rawalumbu, kategori jalan/drainase dan KSM Renggani kelurahan Arenjaya Kecamatan Bekasi Timur untuk kategori gedung/bangunan.

Selepas penyerahan award untuk BKM dan KSM berprestasi, dilakukan penandatanganan mou antara FBKM Kota dengan beberapa pihak, yaitu STMIK Banis Saleh, Unisma, PT Jamsostek dan RS Jatimulya. Kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan kerja sama dalam bidang pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan SDM dan kemitraan. Kegiatan yang menjadi agenda ke depan, antara lain : pelatihan IT bagi BKM/KSM, pelatihan seni fotografi, pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan kesehatan.

Sebagai bentuk kepedulian, dalam acara Gelar Karya juga dilakukan penyerahan santunan untuk anak yatim. ZIS yang terhimpun dari personil PNPM MP dan Kapermas (Kantor Pemberdayaan Masyarakat) Kota Bekasi, diserahkan pada 12 anak mewakili 12 kecamatan.

Pada hari kedua, Gelar Karya PNPM MP diisi dengan Lomba Mewarnai, Lomba Menggambar dan Lomba Baca Puisi. Sebelumnya, dalam Lomba Photo PNPM MP, telah dilakukan penilaian terhadap 60 karya yang telah dikirimkan oleh 34 BKM. Photo dari kelurahan Perwira, keluar sebagai photo favorit pilihan pengujung. Sementara photo dari kelurahan Jatirahayu, Pekayonjaya dan Jatimelati.

Pada pukul 16.00 WIB, selepas penyerahan trofi dan hadiah, acara Gelar Karya PNPM MP ditutup oleh Kepala Kapermas, Drs. H. Husni Tarigan. Dalam sambutannya, disampaikan ucapan terima kasih pada seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan acara Gelar Karya. Beliau berharap, acara Gelar Karya dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun.