bekerja dengan keberkahan

bekerja dengan keberkahan
masjid AL-BARKAH Kota Bekasi

Selasa, 04 Januari 2011

SOSKAMZAR BUKAN AGUSTUSAN

By Syamsul Rizal, Panitia Soskamzar Kelurahan Pekayon Jaya dan Tim Adv Kota Bekasi

Soskamzar? Apaan, tuch? Ada-ada saja Tim Advanced ini. Seperti itu pandangan awal kami. Selanjutnya, kami bingung dan jadi enggan karena kegiatannya tidak boleh pakai BOP BKM. Hati kecil berkata pesimis untuk dapat melaksanakan Soskamzar. Waktu yang singkat, hanya 2 bulan setelah rakor di tingkat kota, Soskamzar Pekayon Jaya dijadwalkan pada 21 November 2010, akan berdampak pada minimnya persiapan menjelang pelaksanaan. Namun, dengan tekad yang bulat, kami sadar bahwa BLM tidak akan selamanya ada dan kami harus mandiri.

17 Oktober 2010, rakor kami gelar untuk pembentukan panitia Soskamzar. Selain BKM dan Tim Adv, rakor dihadiri pemuda, tokoh masyarakat, staf kelurahan dan PJOK kec. Bekasi Selatan. Agenda selanjutnya, panitia melaksanakan pertemuan rutin setiap hari kamis.

Hari pelaksanaan kian mendekat dan teknis acara sudah matang, namun pemasukan yang sudah diterima baru sejumlah Rp. 150.000. Tiga hari tersisa, panitia meningkatkan perjuangannya. Setelah dilakukan loby pada beberapa pihak, terutama bantuan untuk tenda, kursi, panggung dan soundsystem, kami berkeyakinan Soskamzar dapat kami gelar. Selanjutnya partisipasi dana kami peroleh dari RW 22 (Rp. 350.000), RW 2 (Rp. 600.000), KSP Swamitra (Rp. 100.000) dan Vermint (Rp. 500.000). Total pemasukan dana Rp. 1.700.000.

Minggu, 21 November 2010. Jam 07.00 WIB, semua panitia sudah bersiap-siap di area Ruko Ketapang Raya. Grup Musik Gambus Al-Musyaya menampilkan lagu-lagu Timur Tengah untuk menyambut seluruh warga yang mulai berdatangan. Tepat pukul 09.00 WIB, Soskamzar dimulai dengan atraksi dari Tim Marching Band TK Anglia RW 04. Penampilan mereka, membuat kami bangga. Acara Soskamzar dibuka dengan laporan panitia, sambutan PJOK dan pengarahan dari Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat (Kapermas).

Acara yang bertemakan “Mewujudkan Kemandirian Menuju Masyarakat Bekasi Yang Cerdas, Sehat dan Ihsan” ini dimeriahkan stand BNI, BJBS, Swamitra, Vermint dan Stimuno. Stand KSM binaan UPK BKM dan dimeriahkan pula oleh para pedagang kaki lima. Lomba mewarnai berlangsung di dalam ruko dengan peserta dari PAUD dan TK binaan PKK yang ada di lingkungan Pekayon Jaya.

Soskamzar cukup menyedot perhatian masyarakat. Selain tempatnya yang strategis dan dilaksanakan pada hari minggu, warga mendapat kesempatan untuk mengetahui dan memahami peran dan fungsi BKM. Selain membuat tiga papan yang berisi berbagai dokumentasi kegiatan, BKM juga menyebarkan company profile. Koordinator BKM, H. Misin, memaparkan berbagai kegiatan tridaya kepada para tamu yang berkesempatan hadir.

Kerja keras terbayar sudah, acara pun berakhir sekitar pukul 14.30 WIB. Meskipun ada sedikit kecewa, terkait adanya beberapa kekurangan, antara lain : kekurangan tenda untuk acara pembukaan dan batalnya presentasi melalui infocus, namun itu semua menjadi sebuah pembelajaran yang sangat berharga bagi kami. Agustusan sudah biasa kami laksanakan. Muludan atau Rajaban dan hari besar Islam lainnya, sering kami laksanakan. Tapi Soskamzar, benar-benar beda. Soskamzar bukan Agustusan. Perencanaan harus lebih matang. Sebuah tekad kami tancapkan dalam : Soskamzar tahun depan akan lebih baik dari tahun ini.

Jumat, 10 Desember 2010

PNPM Mandiri Perkotaan Ilhami Sepanjang Jaya

By : Made Gede Yuliasa Wiwaha
Askot MK

Sebagian besar penduduk Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi adalah pendatang, yang berparadigma bahwa kota merupakan tempat yang tepat untuk melakukan perubahan nasib. Namun, ternyata Sepanjang Jaya hanya dianggap peristirahatan bagi sebagian kaum urban. Karena, target utama mereka adalah Jakarta.

Keadaan tersebut dengan secara otomatis menimbulkan berbagai pengaruh terhadap lingkungan sekitar, baik dari segi ekonomi, lingkungan maupun sosial. Dampak positif yang dirasakan adalah terbukanya kesempatan kerja akibat tingginya permintaan barang dan jasa. Namun itu semua berbanding terbalik dengan kondisi sosial dan lingkungan, dimana masyarakat mulai mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan kelompok, serta mulai tak peduli dengan keadaan lingkungan sekitarnya.

Beruntung, Sepanjang Jaya masih memiliki insan-insan peduli, yang memiliki modal niat dan tekad kuat. Dengan modal ini, mereka mulai menata kembali wilayahnya. Program Swadaya Masyarakat (PSM). Begitulah mereka menamakan kelompoknya. Dinamakan demikian, karena sumber pendanaan kegiatannya seratus persen murni berasal dari hasil swadaya masyarakat.

Kelompok tersebut berdomisili di RT 005/04, yang sekaligus merupakan wilayah sasaran kegiatan. Kelompok yang dibentuk pada 31 Mei 2010 ini mempunyai susunan kepengurusan sebagai berikut. Warnadi sebagai loodinator lapangan, Podo Saputro sebagai bendahara, serta beberapa warga lainnya sebagai kolektor, kontraktor dan operator sampah.

Sistem pengumpulan dana adalah dengan melakukan penagihan secara langsung kepada warga setiap bulan. Dana yang dikoleksi sebesar Rp10.000. Namun, dana ini baru bisa diperoleh dari sekitar 60% dari total jumlah warga.

Kegiatan yang telah dihasilkan PSM di antaranya adalah pembuatan jalan rabat beton sepanjang 350 meter dengan lebar 1,5 meter. Selain dapat memperlancar arus transportasi gang, juga dapat meningkatkan perekonomian warga. Hal ini terlihat dari rumah kosan warga, yang sebelumnya tidak diminati kini mulai dilirik. Bahkan, yang semula harga sewa kamar kos berkisar Rp100.000 per bulan, kini bulan pun naik menjadi sekitar Rp150.000 per bulan.

Berikutnya adalah pengelolaan sampah warga, yang bertujuan mengubah pola hidup warga yang telah terbiasa membuang sampah di sekitar bantaran kali. Sekarang warga diajak untuk membuang ke tempat pembuangan sampah khusus yang dibangun oleh PSM. Selain itu, PSM juga menyediakan gerobak sampah dan tong-tong sampah yang berfungsi untuk menampung sampah warga. Nantinya sampah itu dibawa oleh operator sampah ke tempat pembuangan sampah khusus.

Fakta ini menjelaskan baik secara langsung maupun tidak langsung keberhasilan PNPM Mandiri Perkotaan di Kota Bekasi, khususnya di Sepanjang Jaya. Memang tidak mudah mewujudkan hal tersebut, karena diperlukan perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit. Di mana-mana, ternyata kunci utamanya adalah PEDULI.

Minggu, 05 Desember 2010

SOSKAMZAR = BUAH DARI KEBERSAMAAN

Pada awalnya pengurus BKM Perwira sangat pesimis dengan pelaksanaan Soskamzar – lelang amal PJM PRONANGKIS. Pelaksanaan Soskamzar dinyatakan oleh Tim Advanced tidak boleh dari BOP Sekretariat BKM. Dana harus dicari layaknya panitia Agustusan. Diawali dengan pembentukan panitia pada 25 Oktober 2010 dan setelah dihitung plus dituangkan dalam bentuk proposal, kegiatan Soskamzar ternyata memerlukan dana yang tidak sedikit. Bisakah?

Pada 30 Oktober 2010, panitia Soskamzar kembali menggelar rapat. Di luar dugaan, sambutan warga ternyata sangat tinggi. Dihadiri lebih dari 60 orang, warga menyatakan dukungannya untuk kegiatan Soskamzar. Mereka siap untuk menggalang amal dalam merealisasikan PJM Pronangkis dan kepedulian masyarakat. Pada 8 November 2010, proposal disebar. Pada 15 November 2010, semakin tergambar kesiapan untuk menggelar Soskamzar.

Berbekal dukungan masyarakat, panitia semakin giat untuk menyapa berbagai kalangan masyarakat, donatur, lembaga dan pengusaha lokal. Langkah semakin mantap manakala adanya komitmen dari seorang tokoh masyarakat untuk menyediakan tenda dan perlengkapannya. Kemudian muncul kesiapan dari warga lainnya untuk pengadaan organ tunggal plus penyanyinya. Berikutnya, mi Sedap, minyak goreng PALMA dan detergen Daia siap untuk menggelar produknya dengan harga murah. Beberapa stand lainnya, akan diisi oleh KSM binaan UPK BKM dan PKK serta mitra yang sudah dijajagi Tim Adv, yaitu Bank Jabar Banten Syariah, keagenan Prudential, permen Go Fresh dan Stimuno. Selain bazaar, digelar juga lomba Mewarnai dan Puisi.

Sabtu, 20 November 2010, kegiatan Soskamzar kelurahan Perwira digelar. Kegiatan secara resmi dibuka di aula oleh Camat Bekasi Utara. Wakil Ketua DPRD, Sutriyono, S.Pd, berkenan memberikan sambutan dan arahan. Demikian juga sekretaris Pokja PAKET, Sunandar. Dalam acara sosialisasi dan kampanye, warga menyatakan kesiapannya untuk mendukung pelaksanaan kegiatan PNPM MP dan PAKET.

Di area halaman kantor kecamatan, digelar 25 stand bazaar dan pameran. Warga datang berbondong – bondong. Stand mi, minyak goreng dan detergen menjadi favorit. Selain dapat menikmati mi goreng secara langsung, warga dapat membeli paket murah yang disiapkan oleh pihak Wings Food. Stand Bank Jabar Banten Syariah, dilirik warga untuk pembukaan rekening dan gadai mas. Sementara keagenan Prudential, bergerak lincah mencari prospek.

Di pendopo, kegiatan lomba Mewarnai (76 peserta) dan Baca Puisi (25 peserta) berlangsung meriah. Puisi berjudul ”Siapa yang Miskin?”, dibacakan dengan penuh gaya dan makna oleh seluruh peserta. Di tempat yang sama, setiap sponsor diberikan kesempatan untuk melakukan promosi. Setiap 3 peserta selesai membacakan puisi, hiburan lagu ditampilkan. Sejenak beberapa anggota BKM dapat berjoget ria dengan sang penyanyi dalam nuansa dangdut.

Rasa pesimis yang ada, telah berganti dengan kepuasan. Terlepas dari kekurangan yang ada, Soskamzar yang digelar BKM Perwira dapat berlangsung dengan lancar dan sukses. Warga berharap, kegiatan Soskamzar dapat dilaksanakan secara rutin dengan menggelar acara yang lebih banyak dan lebih massal. Melalui Soskamzar, secara tidak langsung, telah terjalin silaturahim antar seluruh elemen masyarakat dalam kemasan lain, tidak melulu dalam ruang dan sekat yang terbatas. Melalui Soskamzar, diharapkan semakin kuat kepedulian masyarakat untuk berswadaya, membangun lingkungan dan mengentaskan kemiskinan di Kelurahan Perwira.

(BKM Perwira – Tim Advanced Kota Bekasi).

Kamis, 25 November 2010

LEBIH CERIA, KREATIF dan PEDULI

Awalnya terbersit sebuah keraguan. Bagaimana caranya menggelar berbagai kegiatan dengan biaya minim tapi meriah. Dikemas beda dan sejenak tidak melulu berbaju “BLM”. Digelar unik dan beragam agar semua yang hadir lebih ceria dan gembira. Soskamzar (Sosialisasi, Kampanye dan Bazaar) akan digelar di 8 kelurahan.

Awal Agustus 2010, isyu kampanye PAKET Tahap III dihembuskan. Pada September 2010, dilakukan gerilya pada 8 BKM penerima PAKET. Ada pertentangan dan ada penolakan. Semua bermuara pada pendanaan yang kemudian tertanam pada pembelajaran yang selama ini masih belum optimal. BLM di satu sisi telah demikian luar biasa memberikan pembelajaran bagi masyarakat, namun di sisi lain, BLM telah memanjakan masyarakat/BKM. BLM sudah tersedia, siklus dijalani, menyusun PJM Pronangkis, membentuk KSM, menyusun proposal, dana diserap dan kemudian pelaksanaan. Ada satu bidang yang belum tergali lebih dalam, penghimpunan swadaya dari berbagai potensi yang terdapat di masing-masing kelurahan. Swadaya cenderung milik masyarakat di tingkat RT dan RW. Swadaya dinilai sebatas gotong royong saja. Swadaya seolah hanya menjadi kewajiban lokal bagi masyarakat yang akan mendapatkan proyek. Perlu perubahan. Perlu penajaman. Perlu didorong dan dibangkitkan.

Soskamzar dilakukan untuk adanya sosialisasi secara massal. Kegiatan sosialisasi agar dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai balita hingga tua renta. Pemicunya adalah Lomba Mewarnai, kegiatan yang wajib dilaksanakan di seluruh kelurahan. Lomba Baca Puisi, Lomba Busana Muslim, Lomba Karaoke, Lomba Mancing, Lomba Posyandu, Lomba Balita Sehat dan pentas musik, merupakan kegiatan lain yang diinisiasi oleh masing-masing BKM.

Kampanye dilakukan dalam rangka penghimpunan swadaya dari berbagai lapisan masyarakat, kelompok peduli dan dunia usaha yang terdapat di setiap kelurahan. Kampanye untuk menyampaikan visi ke depan untuk kelurahan yang semakin baik dan sejahtera.

Bazaar dilakukan dengan menampilkan berbagai produk dari berbagai jenis usaha yang telah dijalankan oleh KSM binaan UPK. Peluang dapat diraih sekaligus karena pada acara dan tempat yang sama, hadir pula mitra dari lembaga pendidikan, lembaga keuangan/bank dan pengusaha.

Pada Oktober 2010, penjajagan sponsor/mitra digelar. Tim Adv merambah setiap sudut kota. Diawali Bank Jabar Banten Syariah (BJBS), penjajagan menyebar ke berbagai arah. Dijajagi BNI, Telkom Flexy, Tuperwer, Koran Radar Bekasi, XL Center, BRI, PT Arnolt, Gramedia dan Rumah Zakat Indonesia. Hasilnya, pada 21 Oktober 2010, BNI, BJBS, Koran Radar Bekasi dan keagenan Prudential, bersedia menjadi mitra Soskamzar PNPM MP P2KP Adv PAKET Tahap III. Menyusul kemudian Stimuno, Indosat dan Kalbe Farma.

Di setiap kelurahan, BKM/panitia pun bergerilya. Sub agen semen Tiga Roda, Radio 8EH, Permen Go Fresh, Yayasan Granada Nusantara, Lembaga Kursus PEC, Makanan Sehat Milenia, Mie Sedap, Sabun Daia,Minyak Goreng PALMA, KSP Swamitra, RT, RW, Karang Taruna, Remaja Masjid, PKK,LPM, TK, PAUD, SD dan aparat kelurahan serta mitra lainnya, siap mendukung Soskamzar di masing-masing kelurahan. Dukungan yang dapat berlanjut menjadi sebuah kemitraan yang langgeng. Kemitraan dalam menatap 2011 – 2015. Kemitraan untuk jangka panjang. Kemitraan untuk membangun BUMI PATRIOT.

Manakala termenung di sebuah panggung dan melihat catatan yang sudah digariskan, keraguan telah berganti dengan keyakinan. Aktif di PNPM P2KP, sejatinya adalah membuat kita untuk LEBIH CERIA, KREATIF dan PEDULI.

Senin, 08 November 2010

DURENJAYA GELAR SOSKAMZAR PERTAMA DI KOTA BEKASI

Minggu Wage, 7 November 2010, bertempat di Kantor Kelurahan Duren Jaya, BKM Duren Jaya menggelar Sosialisasi, Kampanye dan Bazaar (Soskamzar) PNPM MP -P2KP PAKET Tahap III. Kegiatan Soskamzar ditujukan untuk sosialisasi massal, musyawarah program dan pameran/bazaar berbagai produk dari KSM ekonomi bergulir, warga dan sponsor. Soskamzar di Durenjaya merupakan bagian dari tahapan PAKET Tahap III di Kota Bekasi dan akan dilanjutkan di 7 kelurahan lainnya.

Soskamzar Durenjaya dilaksanakan di tiga titik, yaitu area parkir kantor kelurahan dengan kegiatan pameran/stand dan panggung hiburan. Pameran/bazaar diikuti oleh BNI, Tim PNPM MP – P2KP Adv, Lembaga Kursus PEC, permen Go Fresh, Radio 8EH, Yayasan Granada, makanan sehat Milenia, Teh Poci, Soto Betawi, makanan ringan, pepes, busana, aksesoris, sabun dan pupuk. Panggung hiburan diisi penyanyi cilik dengan organ tunggalnya. Di area halaman LPM, dilaksanakan lomba mewarnai yang diikuti oleh anak-anak PAUD/TK, perwakilan dari seluruh RW. Sementara di aula kelurahan dilaksanakan kegiatan musyawarah program untuk penggalangan swadaya masyarakat.

Kegiatan di area parkir berlangsung cukup meriah. Dimulai pukul 8.00 dan dalam iringan beberapa lagu anak-anak, sejumlah warga beramai-ramai mengunjungi seluruh stand. Stand Soto Betawi, laris manis diserbu pengunjung terutama bagi yang belum dapat sarapan. Stand Teh Poci laku diserbu menjelang siang. Stand BNI dikunjungi warga yang berkonsultasi untuk fasilitasi kredit wirausaha. Beberapa pengunjung juga mencoba permen Go Fresh yang memberikan bonus untuk pembelian senilai Rp. 10.000 dan Rp. 25.000. Stand Tim PNPM MP – P2KP Adv, mendapat durian runtuh. Topi yang dijual diborong oleh Wakil Walikota, H.Rahmat Effendi, sejumlah 20 pcs yang kemudian dibagikan pada warga dan BKM. Pengumpulan dana peduli Mentawai dan Merapi mendapat respon yang cukup baik. Akhir acara terkumpul dana sejumlah Rp. 500 ribu. Di stand Yayasan Granada Nusantara, warga dapat melakukan tes dan pemeriksaan kesehatan : golongan darah, tekanan darah, kandungan kolesterol dan obat-obatan. Di stand Radio 8EH, warga yang telah didata BKM, dapat membeli sembako murah senilai Rp. 20.000 yang berisi : beras (3 kg), gula (1/2 kg), minyak goreng (1/2 kg) dan mi instan (5 buah). Sejumlah 100 paket sembako, ludes dalam waktu 2 jam.

Di area halaman LPM, kegiatan lomba mewarnai diikuti 50 peserta. Gambar Lingkungan Asri yang terdapat dalam leaflet infrastruktur, menjadi media untuk diwarnai oleh seluruh peserta. Kegiatan mewarnai dimulai pada pukul 9.30 WIB. Sebelum masuk aula kelurahan untuk membuka acara secara resmi, Wakil Walikota sempat melakukan dialog dengan anak-anak peserta lomba. Muncul sebagai pemenang adalah : Juara Pertama diraih, Bunga A. Salsabila (RT 8/16), Kedua Alya (RW 14), dan ketiga Tiara (RT 1/1).

Kegiatan berikutnya berlangsung di aula kelurahan, yaitu sosialisasi dan kampanye PNPM MP – P2KP PAKET Tahap III. Acara diawali laporan panitia oleh H. Mulyono, pembukaan secara resmi oleh Wakil Walikota, sosialisasi oleh Maryana Ahmad (Korkot P2KP Advanced) dan kampanye yang dipandu Fitri Widyarti, selaku Sekretaris Lurah Duren Jaya. “Marilah kita semua bangkit dan bergerak secara bersama-sama menggali swadaya masyarakat. Kita dukung BKM. Ayo melangkah bersama, bergerak bersama dalam pembangunan kelurahan Duren Jaya, khususnya dalam PNPM MP – P2KP PAKET Tahap III. Mari kita bantu 14 unit rumah yang akan direhab.”demikian kampanye Ibu Fitri.

Selepas kampanye yang disampaikan Ibu Fitri, Susanto (Ketua RW 2), mengajak seluruh peserta untuk berdiri dan berikrar bersama untuk kesanggupan berswadaya dalam setiap kesempatan kegiatan PNPM MP P2KP. Berikutnya setiap peserta menuliskan bentuk kesanggupan swadayanya pada meta plan, dikumpulkan dan kemudian dibacakan oleh Sekretaris Lurah. Setelah dihitung, terkumpul swadaya cash sejumlah Rp. 1 juta, semen 20 zak, kesiapan konsumsi dan tenaga. Penghimpunan swadaya juga akan dilanjutkan di masing-masing RW.

(Sumardiyono, Koordinator BKM Durenjaya – Tim P2KP Advanced Kota Bekasi).

Rabu, 18 Agustus 2010

MEMUTAR RODA PERUBAHAN NASIB

BY BKM HARAPAN JAYA

H. Muctar SM,SH, Sekertaris BKM Harapan Jaya Kelurahan Harapan Jaya Kecamatan Bekasi Utara, tampak begitu gelisah. Kegelisahannya dipicu oleh angka pengangguran di Kota Bekasi yang masih cukup tinggi. Di mata pria kelahiran Sulawesi Selatan ini, penanggulangan kemiskinan masih sebatas wacana dalam seminar dan diskusi.
Pada November 2009, dalam obrolan santai dengan para Pimpinan Kolektif KBM Harapan Jaya, ayah 3 anak yang akrab dipanggil dengan panggilan “Pak Mucthar” ini, menggulirkan gagasan tentang chanelling dengan beberapa perusahaan di kawasan Jababeka dan Lippo Cikarang. Gagasannya langsung ditangkap Koordinator BKM Harapan Jaya, H. Sayuthi Shofyan Mz dan Pimpinan Kolektif lainnya pun menyatakan siap mewujudkannya dalam tindakan kongkret, mencarikan umpan untuk kaum miskin.
Selanjutnya pada Januari 2010, Pimpinan Kolektif BKM mengadakan kunjungan ke sebuah perusahaan di Cikarang, yaitu PT Trias Ridha Utama Bekasi. Sebuah perusahaan yang bergerak dalam perakitan kabel listrik. Dalam dialog bersama pimpinan PT Trias, Ir Rais Rahmat,M.Si, BKM Harapan Jaya mencoba menawarkan hubungan kemitraan (chanelling). Alhamdullilah, tawaran tersebut disambut dengan baik.
“Hidup itu saling berbagi,” kata Rais Rahmat. ”Inilah misi luhur Islam, yaitu menaburkan rahmat bahagia semesta alam,” sambungnya. Kaum miskin, menurut Rais, tidak semestinya menengadahkan tangan mengharap belas kasian oranag lain. Rasulullah SAW menegaskan, tangan di atas lebih mulia ketimbanag tangan di bawah. Ini maknanya, kaum miskin tak layak untuk meminta-minta. Mereka mesti mengais rezeki dengan tangannya sendiri. Inilah yang disebut ETOS KERJA.
“Kami bangga, jika BKM Harapan Jaya berupaya membangun etos kerja kaum miskin itu. Karena itu, kami mendukung penuh upaya BKM Harapan Jaya memberikan pelatihan perakitan alat listrik pada waraga miskin. Insya allah, tenaga-tenaga yang sudah terlatih itu akan kami pekerjakan lewat kegiatan Home Indusatri. Skill atau kemampuan merupakan umpan terbaik. Umpan itulah yang akan menghasilkan ‘ikan-ikan’ di kolam PT Trias, “papar pria yang juga aktif sebagai tenaga ahli di DPR-RI itu.
Akhirnya, pada awal bulan maret 2010, BKM Harapan Jaya menyelenggarakan PELATIHAN PERAKITAN ALAT LISTRIK bekerja sama dengan PT Trias Ridha Utama. Pelatihan dilaksanakan dengan sumber dana dari BLM PNPM MP sebesar Rp 8 juta rupiah dan swadaya sebesar Rp. 3,2 juta rupiah. Peserta pelatihan berjumlah 20 orang. Pada pertengahan maret 2010, ke-20 tenaga kerja yang sudah dilatih itu, dipekerjakan oleh PT Trias di bawah koordinasi BKM Harapan Jaya yang dimotori oleh Alfian (manajer Produksi), Jatmiko(Manajer Keuangan), Ir.Yanti Rosmianti (Kepala Bagian Administrsi dan keuangan), Muhamad Akib (Direktur Oprasional). Di tangan para Leader tersebut, keterampilan merakit alat-alat listrik terus di tingkatkan. Pelatihan lanjutan dilaksanakan enam kali dalam satu minggu dengan peserta sekitar 60 orang.
Di bawah kendali Empat Serangkai tersebut, terpikul sebuah amanah untuk mensinergikan kepedulian PT Trias di kelurahan Harapan Jaya. Sebuah tugas untuk mengubah nasib kaum miskin agar bisa hidup layak. PT Trias dan BKM Harapan Jaya berharap pada Agustus 2010 nanti sudah bisa diserap sekitar 1.000 tenaga kerja di kelurahan Harapan Jaya. Di kelurahan lain di kecamatan Bekasi Utara, ditargetkan 500 tenaga kerja. Demikian tutur Muhammad Akib, Direktur Oprasional PT Trias Cabang Harapan Jaya.

Perakitan alat- alat listrik yanga dikerjakan secara Home Industry itu, menurut Akib, sudah mendapat sertifikat ISO. Sehingga perakitan yang dilakukan warga harus memenuhi standar mutu internasional karena hasil rakitan itu akan diekspor ke beberapa Negara di Asia dan Eropa. Untuk menjaga kualitas, tenaga kerja yang sudah dikirim BKM ke PT Trias, harus terus di tingkatkan etos kerjanya, kualitas produksinya dan target produksinya. Hal lainnya, BKM Harapan Jaya dan PT Trias cabang Harapan Jaya, secara periodik – dua mingguan – melakukan motivasi.
Berkaitan dengan peningkatan dan kualitas produksi, ditangani oleh Alfian, kegiatannya dipantau berdasarkan hasil kerja per jam. Pada minggu pertama kerja, seorang pekerja dapat menghasilkan 50 pcs per jam. Pada minggu kedua diharapkan sudah dapat menghasilkan 100 pcs per jam. Jika setiap orang bekerja 8 jam, maka akan diperoleh hasil produksi 800 pcs.
“Kalau seorang pekerja bisa menghasilkan 800 pcs per hari, maka selama 26 hari kerja akan menghasilkan 20.800 pcs. Jika dikalikan dengan upah medium Rp 35, akan dihasilkan upah Rp. 728.000 per bulan. Pendapatan ini akan bertambah jika dalam keluarga tersebut, terlibat juga suami atau anak. Walhasil pendapatan tambahan lewat home industry ini tidak kalah dengan upah minimum para pekerja di pabrik.” Papar M. Akib.
Adanya channeling ini sangat membantu masyarakat. Mereka tidak perlu jauh – jauh mencari pekerjaan, BKM Harapan jaya telah mampu mendatangkan penghasilan bagi mereka yang rajin, teliti dan mau bekerja keras.
Soal peningkatan produksi, Alfian yang duduk sebagai manager produksi PT Trias menyampaikan, setiap 10 orang tenaga kerja dipimpin oleh seorang Leader. Sang leader inilah yang memeriksa mutu hasil kerja setiap anggotanya. Hasil cek mutu dari leader itu, kemudian dicek kembali oleh tenaga Quality Control yang ada di Bagian Produksi PT Trias. Jika belum memenuhi standar mutu, maka leader yang bersangkutan harus memperbaiki produksinya. Alhamdulillah, kata Alfian, kualitas hasil kerja dari warga Kelurahan Harapan Jaya, pada Mei 2010 ini, kualitas sudah bisa 95%.
Tugas leader selain mengontrol mutu, juga mencatat hasil produksi dari setiap tenaga kerja, mengambil dan mengantarkan material ke PT Trias. Leader juga melakukan pekerjaan perakitan bersama keluarganya. “Jadi leader ini, selain mendapat upah dari hasil kerjanya juga mendapat upah dari PT Trias. Untuk tiap bulannya, pendapatan leader ini cukup layak,” Ujar Jatmiko, Manajer keuangan di Harapan Jaya.
Upah untuk setiap tenaga kerja ini, kata Jatmiko, dibayar bulanan. Upah yang diberikan PT Trias bervariasi, mulai dari Rp 10 sampai Rp 65 per pcs. Besar-kecilnya upah tergantung pada tingkat kesulitan pekerjaannya dan kemaun. Kemauan, semangat dan kerja keras yang tinggi, akan berimbas pada penghasilan yang semakin tinggi.
Upaya untuk MEMUTAR RODA PERUBAHAN NASIB ini, layak untuk kita dukung. Upaya yang berawal dari sebuah gagasan sederhana, menyikapi angka pengangguran. Upaya ini akan dilanjutkan dengan penyediaan workshop dengan standar yang telah ditetapkan oleh PT Trias, sebagai pusat pelatihan dan produksi.

Kamis, 12 Agustus 2010

RAPAT BKM SEKOTA BEKASI

Acara tingkat kota yang digelar pada tanggal 10 Agustus 2010 bertempat di aula Kantor Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, dibuka oleh Satker PNPM P2KP Kota Bekasi yaitu Drs. H. Hasbullah, .M.Si. Beliau mengucapkan terima kasih kepada relawan se-Kota Bekasi yang telah membantu membangun Kota Bekasi. Disampaikan tentang kegiatan PNPM MP yang telah dilaksanakan oleh masyarakat, meski beliau sebagai Satker yang baru, apresiasi patut diberikan pada BKM. Lanjutnya, “Dengan adanya partisipasi masyarakat, dana yang dianggarkan untuk suatu kegiatan pembangunan terbukti melebihi dari volume yang ditargetkan. Wacana kegiatan APDB dengan mekanisme Penunjukan Langsung, ke depan dapat dilaksanakan oleh BKM. Syarat utama, tunjukkan kinerja yang baik dan kesiapan BKM beserta masyarakatnya secara maksimal.”

Selepas sambutan dan arahan Kepala Satker, acara Rapat BKM Se-Kota dalam rangka Menyusun PJM, diawali dengan materi capaian kegiatan yang diraih oleh BKM Margahayu Kecamatan Bekasi Timur. Kondisi BKM Margahayu yang sebelumnya berjalan lambat, kemudian bangkit kembali melaksanakan kegiatan pembangunan di masyarakat. Dari pengalaman BKM Margahayu ini , diharapkan akan memotivasi BKM lainnya untuk bangkit dan maju.

Paparan berikutnya disampaikan oleh Koorkot PNPM MP, Yudhi Mauludin tentang Menyusun PJM Kota. Beberapa hal yang disampaikan antara lain, Pentingnya PJM, Maksud dan Tujuan Menyusun PJM Kota, Paradigma Nangkis, IPM MDGs, Kebijakan Pronangkis, Penetapan Kriteria Kemiskinan, Visi dan Misi Kota Bekasi serta Arah Kebijakan Umum dan Strategi Pembangunan Daerah Kota Bekasi. Sebelum acara diskusi kelompok PJM Pronangkis per kecamatan, teknis dan mekanisme menyusun PJM Kota disampaikan oleh Koorkot P2KP Advanced, Maryana Ahmad.

Setiap BKM dengan berbekal PJM masing-masing, melakukan penilaian, pemberian skor dan perankingan untuk kemudian dilakukan rekapitulasi PJM dari seluruh kelurahan dalam kecamatan yang sama. Beberapa kecamatan tampak belum siap dalam melakukan rekapitulasi, terkait muatan PJM yang ada masih bersifat global dan belum detail. Kegiatan Menyusun PJM Kota akan dilanjutkan dengan menghimpun seluruh PJM dari setiap BKM pada 24 Agustus 2010. Selanjutnya akan dibahas secara intensif oleh Forum BKM Kota dengan melibatkan Forum BKM Kecamatan. Hasil bahasan internal BKM akan dilanjutkan dengan roadshow ke berbagai SKPD terkait dan dilakukan pertemuan dalam wadah KBP.

Selepas penyepakatan agenda Menyusun PJM Kota, acara dilanjutkan dengan Perkenalan dan Sosialisasi Forum BKM Kota Bekasi yang dipandu oleh H. Muhammad Djafar selaku koordinator Forum BKM Kota dan Yatmiati, K., SE selaku sekretaris. Disampaikan Visi dan Misi Forum BKM dan program kerja yang digagas dan ditawarkan oleh Dewan Pakar, antara lain : Program Sister City, Pusat kajian & Pengembangan SDM, Kerjasama dengan BUMN/BUMD, bersinergi dengan Bank Mandiri, serta Pusat Bursa Komoditi.

Keberadaan Forum BKM yang telah direvitalisasi pada 8 Nopember 2009, bersekretariat di Gedung Graha Diva Kalimalang Bekasi, adalah sebuah harapan untuk melakukan sebuah ikatan BKM se-Kota Bekasi dalam rangka menjalin kemitraan dan bersama-sama dengan Pemkot dan kelompok peduli, untuk menanggulangi kemiskinan di Kota Bekasi.

(Ema Iklima Dini, Askot MK P2KP Adv Kota Bekasi).